Konsumen adalah RaJa, Pengusaha adalah Ratu

Dunia bisnis sekarang sedang bergeliat dengan pesat. Tidak terkecuali bagi perempuan, kami mulai ikut memiliki porsi yang besar dalam mengisi setiap peluang bisnis. Bisnis yang di geluti pun sudah beraneka ragam, mulai dari menawarkan berbagai produk / barang maupun berupa bidang jasa.

Bagi yang memiliki sebuah bisnis atau usaha, pastinya konsumen adalah bagian penting dari kesuksesan. Apalagi untuk bisnis yang berhubungan dengan jasa, perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kepuasan pelanggan. Pegangan di masyarakat umum " Konsumen adalah raja".




RAJA .... sebagai icon muncul seolah - olah terkesan mereka (konsumen) adalah orang yang memegang penuh kendali sebagai pengguna jasa. Kendali dalam hal ini adalah kesuksesan. Menurut pendapat saya bahwa tak selamanya demikian. Memang betul mereka butuh untuk di puaskan oleh pengusaha sebagai pemberi kepuas, tapi sebagai pengusaha kami juga punya ambang toleransi untuk memuaskan konsumen. Terpuaskan bukan berarti bisa bertindak atau menuntut untuk sepenuhnya sesuai dengan keinginan konsumen, karena ukuran kepuasan dalam hal jasa setiap orang itu berbeda-beda.


RaTu .... kami pemilik usaha sebagai pendamping konsumen yang di anggap seperti RAja. Sebagai RATU kami bertugas menjaga dan merawat konsumen dengan baik, maksimal, dalam artian seharusnya dan sewajarnya. Hanya saja kadang kala kami sebagai Ratu memiliki batas toleransi terhadap sang RAja. Contoh mengenai tawar menawar, seringkali kami di tawar dengan harga serendah-rendahnya. Tapi apakah itu dilarang, karena konsumen adalah Raja ya..itu adalah hak konsumen untuk menawar. Tapi sebagai penjual/ Ratunya, kami juga punya hak untuk tidak menyetuji tawaran tersebut. Disinilah intinya kami saling menghormati dalam kegiatan jual beli.

Menjadi konsumen yang arif dalam jual beli itu baik.
Menjadi Penjual/pembisnis/pengusaha yang menyenangkan juga baik.

Jadi Ratu dan Raja diharapkan saling menghormati dalam proses transaksinya.

Comments

Popular posts from this blog